Kediri ( cokronews.com )— Gerbong mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Kediri diperkirakan akan kembali bergerak. Sinyal itu menguat setelah puluhan pejabat eselon II mengikuti asesmen atau uji kompetensi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur pada Senin hingga Selasa (11–12/5).
Sebanyak 23 pejabat pimpinan tinggi pratama, setingkat kepala dinas dan kepala badan, mengikuti rangkaian penilaian yang dilaksanakan secara daring dan luring. Pada hari pertama, peserta menjalani asesmen online bersama asesor. Selanjutnya, pada hari kedua, para pejabat menjalani sesi wawancara langsung dengan tiga asesor dari BKD Provinsi Jawa Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri, Yunita Hartutiningsih, mengatakan uji kompetensi tersebut bertujuan untuk memetakan kemampuan dan integritas aparatur sipil negara (ASN).
“Melalui kegiatan uji kompetensi ini bisa menghasilkan aparatur pemerintah yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi dalam mengemban tugas dan tanggung jawab jabatan yang diamanatkan,” ujarnya.
Pelaksanaan asesmen ini pun memunculkan kembali isu mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Kediri. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, asesmen pejabat kerap menjadi tahapan awal sebelum dilakukan rotasi dan mutasi jabatan.
Tahun lalu, asesmen digelar pada April dan dilanjutkan dengan mutasi pejabat eselon II pada September, kemudian disusul mutasi pejabat eselon III dan IV.
Saat ini, sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemkot Kediri diketahui masih kosong. Di antaranya jabatan kepala dinas kesehatan, inspektorat, dan badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol). Selain itu, beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga dijadwalkan memasuki masa pensiun hingga awal 2027.
Ditanya apakah hasil asesmen akan menjadi dasar pengisian jabatan, Yunita membenarkannya secara singkat.
“Dapat menjadi pertimbangan,” tandasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, asesmen dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Para pejabat bergiliran masuk ke ruang wawancara untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait kinerja, inovasi, hingga integritas sebagai ASN.
Salah satu peserta asesmen, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, mengatakan sesi wawancara berlangsung lebih dari satu jam.
“Yang ditanya kurang lebih seputar tugas kami selama ini apa saja, inovasi ke depan apa untuk Kota Kediri, tentang integritas,” ujarnya.
Endang yang juga menjabat definitif sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri menambahkan bahwa asesmen kali ini merupakan tahap lanjutan karena sebelumnya peserta sudah mengikuti tes tertulis dan pemeriksaan kesehatan.
“Ini tadi tidak ada tes tulis. Karena tes tulis sudah awal-awal dulu, termasuk tes kesehatan juga sudah,” pungkasnya.







