Lumajang (cokronews.com) —- Membiasakan anak untuk mengonsumsi ikan sejak usia dini menjadi salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menekan angka stunting di daerah. Kampanye pemenuhan gizi berbasis pangan lokal ini ditegaskan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat membuka Lomba Menghias Ikan dalam rangkaian Festival Segoro Topeng Kaliwungu yang digelar di Pantai Watu Pecak, Sabtu (27/06/2026).
Dalam arahannya, Dewi Natalia menyatakan bahwa keluarga memegang peran sentral di garda terdepan dalam membangun kebiasaan makan bergizi bagi generasi penerus. Menurutnya, tantangan utama dalam pemenuhan nutrisi anak saat ini bukan hanya terletak pada ketersediaan bahan pangan, melainkan juga pada kreativitas cara penyajiannya. Melalui inovasi pengolahan menu makanan yang menarik, unik, dan sesuai dengan selera anak-anak, diharapkan minat konsumsi protein hewani berkualitas tinggi dapat meningkat sehingga kebutuhan gizi harian anak lebih mudah terpenuhi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat melimpah dan mudah diperoleh di wilayah Kabupaten Lumajang. Optimalisasi potensi perikanan daerah ini tidak hanya berimplikasi positif pada pembangunan kualitas kesehatan keluarga yang mandiri, melainkan juga berpeluang besar membuka keran ekonomi baru bagi para pelaku UMKM kuliner lokal. Diversifikasi produk olahan ikan yang menarik dan bernilai tambah tinggi dinilai mampu mendongkrak daya saing hasil tangkapan nelayan setempat di pasar yang lebih luas.
Melalui momentum festival tersebut, TP PKK Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus menggaungkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) secara masif agar komoditas ini menjadi menu hidangan wajib harian di setiap rumah tangga. Dewi Natalia berharap kolaborasi multisektoral antara kader PKK, pemerintah daerah, dan lapisan masyarakat dapat terus diperkuat secara konsisten. Langkah nyata yang dimulai dari meja makan keluarga ini diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus mencetak generasi muda Lumajang yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal pembangunan daerah di masa depan.













