Malang (cokronews.com) —- Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri kegiatan tahlil dan kirim doa 40 hari wafatnya almarhumah Ibu Hj. Soelala. Acara tersebut digelar di kediaman keluarga besar pengasuh Pondok Pesantren Al-Islahiyah Singosari, Jalan Kramat Gang 4, Desa Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (17/6/2026) malam.
Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti jalannya acara. Selain dihadiri jajaran pemerintah daerah, kegiatan ini juga diikuti oleh para ulama, masyayikh, tokoh masyarakat, para santri, alumni Pondok Pesantren Al-Islahiyah, serta warga sekitar yang bersama-sama memanjatkan doa untuk almarhumah.
Kehadiran orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Malang ini menjadi wujud nyata kedekatan pemerintah dengan para tokoh agama serta lembaga pendidikan keagamaan. Pondok Pesantren Al-Islahiyah sendiri dikenal luas sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang telah banyak mencetak generasi penerus yang berakhlak dan berilmu di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang Sanusi menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhumah Ibu Hj. Soelala kepada keluarga besar H. Imron Rosyadi Hamid dan Hj. Anisah Mahfudz.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya almarhumah Ibu Hj. Soelala. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkan almarhumah di tempat yang mulia di sisi-Nya,” ujar Bupati Sanusi.
Bupati Sanusi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum tahlil ini sebagai pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga setiap insan hendaknya terus meningkatkan keimanan dan memperbanyak amal saleh.
Menurutnya, tradisi tahlil dan kirim doa yang terus dijaga oleh masyarakat merupakan warisan nilai-nilai luhur yang tidak hanya memperkuat ikatan spiritual, tetapi juga efektif mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Ia berharap budaya baik seperti ini bisa terus lestari di tengah masyarakat Kabupaten Malang.













