Berita  

Guna Mengakhiri Ketergantungan terhadap Bantuan Air, Proyek SPAM Mrutu Kini Layani 2.791 Rumah Tangga di Lumajang Utara

Lumajang (cokronews.com) —- Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi memasuki fase krusial dalam upaya mengatasi persoalan krisis air bersih menahun yang membayangi kawasan utara melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Sumber Air Mrutu. Melalui proyek strategis ini, ribuan warga di kawasan rawan kekeringan ditargetkan memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan mulai akhir tahun 2026. Langkah ini menjadi tonggak perubahan pendekatan penanganan bencana kekeringan oleh pemerintah daerah, dari yang sebelumnya bersifat kedaruratan (bantuan tangki air) menjadi solusi infrastruktur jangka panjang demi menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memastikan sebanyak 2.791 rumah tangga yang tersebar di lima desa di Kecamatan Kedungjajang akan menjadi penerima manfaat pada tahap awal proyek ini. Kelima wilayah tersebut meliputi Desa Bence, Krasak, Pandansari, Tempursari, dan Sawaran Kulon, yang selama ini kerap menghadapi kesulitan pasokan air bersih esensial setiap kali musim kemarau tiba. Bupati menyampaikan kabar baik bahwa pengerjaan fisik pemanfaatan Sumber Air Mrutu akan dimulai pada pekan depan. Ia menekankan bahwa proyek ini merupakan investasi pelayanan dasar yang secara langsung akan mendongkrak kualitas kesehatan keluarga, produktivitas ekonomi, sekaligus menguatkan ketahanan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang, Iin Suhariyati, menjelaskan rincian teknis bahwa pengerjaan tahap pertama akan difokuskan pada penarikan jaringan pipa dari Sumber Air Mrutu menuju reservoir di Desa Sawaran Kulon untuk dialirkan ke rumah warga. Setelah merampungkan fase tersebut, pengembangan jaringan pipa akan dilanjutkan menuju reservoir di Desa Sawaran Lor (Kecamatan Klakah) serta Desa Jenggrong (Kecamatan Ranuyoso) guna memperluas cakupan layanan air ke wilayah utara lainnya. Infrastruktur vital ini sepenuhnya didukung oleh pembiayaan dari APBN dan ditargetkan memasuki tahap uji fungsi pada akhir tahun 2026.

Dengan bergulirnya proyek SPAM Regional Mrutu ini, komitmen Pemkab Lumajang dalam menghapus kerentanan risiko lingkungan dan krisis sumber daya air di pedesaan kian mendekati kenyataan. Ketersediaan sistem distribusi air yang lebih stabil dan merata ini diharapkan mengakhiri ketergantungan warga terhadap sumber air alternatif musiman yang kapasitasnya sangat terbatas. Penataan infrastruktur hulu ke hilir ini diproyeksikan menjadi solusi konkret dan berkelanjutan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan fasilitas dasar yang merata demi mendongkrak taraf hidup masyarakat Lumajang.

Leave a Reply