Kediri (cokronews.com) —- Personel gabungan dari Polsek Ngasem bersama Satpol PP Kabupaten Kediri menggelar patroli rutin pada Minggu (7/6) dini hari. Operasi cipta kondisi ini difokuskan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) hingga sepanjang Jalan Soekarno-Hatta guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Patroli diawali dengan menyisir area dalam dan lingkar SLG yang kerap menjadi pusat keramaian warga pada malam hari. Petugas kemudian bergerak menyusuri Jalan Soekarno-Hatta, mulai dari kawasan Katang hingga ke wilayah perbatasan Kota Kediri, untuk memantau sejumlah titik yang biasa dijadikan tempat berkumpulnya kelompok pemuda.
Kapolsek Ngasem, Iptu Bambang Supaku, menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan utama untuk menekan potensi kriminalitas, khususnya peredaran minuman keras (miras) maupun narkoba di pusat-pusat keramaian.
“Kami melakukan langkah antisipasi di sekitar Simpang Lima Gumul karena lokasinya padat pengunjung dan pedagang kaki lima. Jika ditemukan adanya aktivitas pesta miras, langsung kami data dan amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Bambang.
Kendati demikian, dalam patroli kali ini petugas tidak menemukan adanya aktivitas penyalahgunaan miras maupun narkoba. Situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif, di mana para pengunjung yang didominasi anak muda hanya terlihat berkumpul sembari menikmati kopi dan makanan ringan.
Namun, dalam penyisiran di beberapa warung angkringan sekitar kawasan SLG, petugas menaruh perhatian khusus pada etika berpakaian para pekerja. Pasalnya, ditemukan sejumlah penjaga angkringan yang mengenakan pakaian cukup terbuka saat melayani para pembeli.
Menyikapi hal tersebut, pihak kepolisian langsung memberikan teguran simpatik serta imbauan kepada para pedagang agar tetap menjaga norma kesopanan dan etika saat berjualan. Langkah preventif ini dinilai penting untuk mencegah munculnya potensi tindakan kriminal atau penyimpangan sosial di kawasan tersebut.
“Sudah kami berikan imbauan agar berpakaian yang sopan dan tidak memicu hal-hal negatif. Mengingat rata-rata pembelinya adalah anak muda, jangan sampai kondisi tersebut memicu terjadinya gesekan atau tindakan yang akhirnya mengarah pada pelanggaran hukum,” tegas Bambang.







