Berita  

Enam Siswa di Kediri Dipastikan Keracunan MBG, Hasil Lab Temukan Bakteri Bacillus Cereus

Kediri ( cokronews.com )— Penyebab keracunan yang menimpa enam siswa Raudlatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Atta’awun pada Senin (27/4) akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil uji laboratorium, para siswa dipastikan mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) yang terkontaminasi bakteri bacillus cereus.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Moh. Solikin mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel muntahan korban menunjukkan adanya bakteri tersebut.

“Hasilnya positif. Sampel muntahan positif bacillus cereus,” ujarnya.

Sebelumnya, para siswa mengalami gejala mual, muntah, hingga diare usai menyantap menu MBG pada siang hari. Satgas MBG kemudian melakukan pengambilan sampel untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Koordinator Satgas MBG Kabupaten Kediri, dr Ahmad Khotib, menjelaskan bahwa bacillus cereus merupakan bakteri yang umum ditemukan di lingkungan seperti tanah, debu, dan air. Bakteri ini dikenal sebagai salah satu penyebab utama keracunan makanan karena mampu menghasilkan spora yang tahan terhadap panas dan kondisi ekstrem.

Menurut Khotib, kontaminasi bakteri dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari proses memasak yang kurang higienis, penggunaan bahan mentah yang terkontaminasi, hingga kontak manusia saat pengolahan makanan.

“Bisa jadi dari bahannya atau proses memasaknya,” jelas Khotib yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.

Meski sampel yang diperiksa berasal dari muntahan korban sehingga memungkinkan adanya faktor makanan lain, Satgas MBG menilai adanya enam korban dalam waktu bersamaan menjadi indikasi kuat bahwa sumber keracunan berasal dari menu MBG yang dikonsumsi para siswa.

Selain enam siswa yang dirawat di rumah sakit, terdapat sejumlah siswa lain yang juga mengeluhkan gejala serupa. Namun, keluhan tersebut tidak tercatat secara medis karena tidak menjalani perawatan rumah sakit.

Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tugurejo yang menyediakan menu MBG diketahui belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hingga kini, proses pengurusan sertifikat masih berlangsung dan operasional SPPG tetap dihentikan sementara.

Khotib menegaskan, penghentian operasional akan tetap diberlakukan sampai seluruh persyaratan higiene dan sanitasi terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan.

“Tidak diizinkan operasi sampai semua sesuai standar memenuhi syarat,” tegasnya.

Satgas MBG Kabupaten Kediri juga memastikan akan mengawal ketat proses evaluasi, termasuk pemeriksaan kualitas air dan pengujian sampel makanan sebelum operasional kembali diizinkan.