Berita  

Pemkab Ponorogo Ambil Peran Lebih di Haul Akbar Kiai Ageng Muhammad Besari

CokroNews PONOROGO – Peringatan wafatnya Kiai Ageng Muhammad Besari memasuki haul akbar pada 2026 ini. Pemkab Ponorogo mengambil peran lebih dalam haul ke-279 ulama besar pendiri Pondok Pesantren Gebang Tinatar di Desa Tegalsari Kecamatan Jetis itu. Rapat persiapan digelar  di Ruang Bantarangin dengan dihadiri Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Jumat (24/4/2026).

Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– menyebut  Haul Akbar Kiai Ageng Muhammad Besari selayaknya mendapat perhatian khusus. Sebab, almarhum menyandang nama besar bersamaan Pesantren Gebang Tinatar melahirkan sejumlah ulama yang mendirikan pesantren ternama di belahan Nusantara. Kiai Ageng Muhammad Besari juga mendapat sebutan mahaguru para raja Jawa. “Pemerintah daerah meminta puncak haul berlangsung di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo,” kata Bunda Lis.

Puncak Haul Akbar Kiai Ageng Muhammad Besari yang dijadwalkan, Sabtu (2/5/2026) malam, itu bakal dihadiri sejumlah kiai sepuh. Di antaranya, KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Agoes Ali Masyhuri, dan KH Said Aqil Siroj. Tak ketinggalan, Gus Kautsar serta Gus Miftah yang menjadi magnet acara. Sedangkan rangkaian kegiatan sudah dimulai, Minggu (26/4/2026), yang berpusat di Masjid Jami’ Tegalsari.

Gelaran acara berskala besar itu juga mengenang jasa-jasa almarhum semasa menyebarkan Islam di Ponorogo pada sekitar abad ke-17. Pun, Masjid Jami’ Tegalsari termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan sekitar abad ke-18.

Sementara itu, Hamdan Rifai, ketua Yayasan Kiai Ageng Muhammad Besari, menegaskan bahwa haul akbar bukan sebatas seremonial. Melainkan juga mengusung semangat mewarisi nilai-nilai luhur dan perjuangan Sahibul Haul. “Keteladanan Kiai Ageng Muhammad Besari adalah ikhlas dan sabar dalam mendidik santri sehingga melahirkan tokoh-tokoh penting di Indonesia,” tegasnya.

Karena itu, imbuh dia, haul akbar juga mengusung agenda doa bersama untuk bangsa. Pun, kirab budaya bakal  berlangsung siang menjelang malam penutupan yang mampu menyedot ribuan pasang mata. Peserta kirab mengawali rute dari makam Kiai Danapura di Dusun Setono Desa Tegalsari Kecamatan Jetis yang merupakan guru Kiai Ageng Muhammad Besari. Beragam jenis kesenian ikut menyemarakkan prosesi kirab yang berakhir di area Masjid Jami’ Tegalsari.