Berita  

Greenhouse dan Irigasi Modern: Langkah Mahasiswa KKN PSDKU Kediri UB Menuju Pertanian Efisien

Kab. Kediri (cokronews.com) — Mahasiswa Fakultas Pertanian, Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Peternakan PSDKU Kediri Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Kelompok 23 Kuliah Kerja Nyata (KKN) menginisiasi penerapan sistem pertanian modern di Desa Karanganyar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka miliki (02/08).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperkenalkan dua teknologi irigasi modern, yakni sistem infus dan sprinkler. Sistem sprinkler dipasang dengan jaringan perpipaan yang mengalirkan air dari tandon menuju kepala sprinkler, sehingga air tersebar merata ke seluruh lahan pertanian layaknya hujan. Sementara itu, sistem infus digunakan untuk mengalirkan air langsung ke akar tanaman secara perlahan. Metode ini dinilai lebih efisien, ramah lingkungan karena meminimalkan pemborosan air, mengurangi erosi tanah, meningkatkan produktivitas melalui distribusi air yang merata, serta menekan kebutuhan tenaga kerja karena sistem ini mudah dikendalikan dan hemat biaya.

“Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, lahan milik desa ini akan kami tanami berbagai jenis sayuran. Harapannya hasil panen dapat dimanfaatkan warga, serta program ini bisa berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi Desa Karanganyar,” ujar Yusfy selaku koordinator kelompok KKN.

Selain teknologi irigasi, mahasiswa KKN PSDKU Kediri UB juga memanfaatkan fasilitas desa untuk membangun greenhouse yang dilengkapi dengan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Metode hidroponik ini memungkinkan tanaman tumbuh tanpa tanah dengan suplai nutrisi yang dialirkan secara terus-menerus, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat dan seragam.

“Selain sistem infus dan sprinkler, kami juga memperkenalkan pertanian hidroponik berteknologi NFT di greenhouse. Tujuannya adalah mendorong modernisasi pertanian serta meningkatkan nilai ekonomis hasil panen. Kami memilih tanaman sayuran berumur pendek agar perputaran ekonomi bisa lebih cepat,” jelas Hanung selaku PJ bidang Pertanian.

“Kami sangat berterima kasih dan mendukung penuh program pertanian modern yang dilakukan mahasiswa KKN PSDKU Kediri Universitas Brawijaya. Ini merupakan langkah nyata yang membawa manfaat langsung bagi warga. Teknologi yang mereka perkenalkan, seperti sistem irigasi modern dan hidroponik, bisa menjadi inspirasi bagi petani di desa kami untuk beralih ke metode yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ucap Kepala Desa Karanganyar Kardianto.

Metode pertanian modern ini membawa sejumlah keunggulan, mulai dari efisiensi penggunaan air, mengurangi erosi tanah, meningkatkan produktivitas, hingga menekan kebutuhan tenaga kerja. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi lahan percontohan dan inspirasi pertanian berkelanjutan di Desa Karanganyar. (Tania)