Kediri (cokronews.com) — Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa akrab disapa Mbak Dewi memimpin upacara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Tahun 2025, yang digelar di Lapangan Belakang Kantor Pemkab Kediri, Jumat (4/7). Hadir pula Wakil Rektor I UIN Syekh Wasil, Dr. Ahmad Subakir beserta jajaran pimpinan kampus.
Sebanyak 2.137 mahasiswa dilepas untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di 120 desa pada 9 kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri selama kurang lebih 45 hari.

Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Subakir membacakan amanat Rektor UIN Syekh Wasil. Ia menyampaikan bahwa program KKN tahun ini bertujuan untuk melaksanakan proyek-proyek di bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, dan tata kelola pemerintahan.
“Harapan kami, mahasiswa dan civitas akademika UIN Syekh Wasil dapat memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan di Kabupaten Kediri,” ujar Dr. Subakir.

Wakil Bupati Kediri, membacakan sambutan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Mbak Dewi menyampaikan apresiasi kepada UIN Syekh Wasil atas komitmennya dalam mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam pembangunan desa.
Ia menegaskan bahwa kegiatan KKN merupakan wujud nyata partisipasi kampus dalam mendukung program-program pemerintah daerah.

“Kegiatan KKN ini bukan semata-mata wujud pengabdian civitas akademika kepada masyarakat, tetapi juga kontribusi nyata kampus untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mbak Dewi
Mas Dhito sapaan akrab Bupati Kediri juga berpesan agar mahasiswa KKN memanfaatkan kesempatan ini untuk mengidentifikasi persoalan di masyarakat, berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan budaya lokal, serta mendorong pengembangan teknologi informasi.

“Dalam pesannya, Mas Dhito juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap, menghormati budaya lokal, dan membangun semangat gotong royong selama berada di lokasi KKN,” pungkas Mbak Dewi.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui program kerja mahasiswa yang sejalan dengan prioritas pembangunan, menjalin komunikasi positif dengan pemerintah desa, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. (Adv)