Berita  

Wakil Bupati Malang Menerima Kunjungan Lapangan Komisi IV DPR RI dan Diskusi di Kawasan UPLAND Desa Pujon Kidul

Malang (cokronews.com) — Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib menerima Kunjungan Lapangan Komisi IV DPR RI dan Diskusi di Kawasan UPLAND (The Development of Integrated Farming System in UPLAND Areas/ Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan) Desa Pujon Kidul di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Senin (21/7) siang. Rombongan dari Komisi IV DPR RI ini dipimpin Dr. H. Azikin Solthan, MSi bersama anggota meliputi Ir. Dwita Ria Gunadi, I.N Adi Wiryatama, S.Sos.,M.Si, Eko Wahyudi, H. Johan Rosihan, S.T, Bambang Purwanto, S.ST,.M.H. Tujuan utama dilaksanakannya UPLAND Project di Kabupaten Malang ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani di daerah dataran tinggi melalui pengembangan infrastruktur lahan dan air, pengembangan sistem agribisnis, dan penguatan sistem kelembagaan petani.

Bu Nyai Lathifah, sapaan akrab Wabup Malang menyampaikan bahwa Program UPLAND di Kabupaten Malang berjalan dengan lancar dan telah direalisasikan sesuai dasar Perjanjian Hibah Daerah (PHD) yang selanjutnya dilakukan amandemen Perjanjian Hibah Daerah (PHD). Program UPLAND di Kabupaten Malang juga sudah lima tahun berjalan sampai dengan saat ini, yang telah dilaksanakan pada 3 desa yaitu Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon, Desa Ngabab Kecamatan Pujon, serta Desa Purworejo Kecamatan Ngantang, dengan komoditas unggulan bawang merah varietas Batu Ijo. Di samping itu, pada tahun 2025 ini terdapat tambahan dua desa yaitu Desa Tawangsari Kecamatan Pujon dan Desa Banjarejo Kecamatan Ngantang, sehingga total penerima manfaat dari Program UPLAND di Kabupaten Malang saat ini adalah lima desa pada dua kecamatan.

”Selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Bapak/Ibu Komisi IV DPR RI beserta jajaran Kementerian Pertanian di Kabupaten Malang pada hari ini. Hal ini menjadi kebahagiaan bagi kami, mengingat kunjungan ini merupakan suatu bentuk perhatian dan dukungan nyata kepada kami di daerah. Dengan adanya arahan dan pendampingan dari Bapak dan Ibu sekalian, mudah-mudahan pertemuan kita pada hari ini dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis, utamanya terkait pelaksanaan UPLAND Project di Kabupaten Malang dan mampu secara maksimal mewujudkan tujuan utama dilaksanakannya UPLAND Project di Kabupaten Malang,” tegas Wabup Malang.

Hadirnya Program UPLAND di wilayah Kabupaten Malang membawa dampak yang positif, di mana pada tahun 2024 didapatkan rata-rata produksi bawang merah kurang lebih 10-12 ton/hektar, dengan pendapatan berkisar 230 hingga 276 juta rupiah per hektar. Selanjutnya, pelaksanaan Program UPLAND Kabupaten Malang dengan nilai sebesar 57 miliar 183 juta rupiah telah direalisasi dan dilakukan reimbursement sebesar 39 miliar 76 juta 654 ribu 500 rupiah sampai Juni 2025 dengan presentase realisasi sebesar 68%. Adapun realisasi kegiatan UPLAND Project di Kabupaten Malang antara lain: Pembangunan infrastruktur (embung, jalan usaha tani, dan irigasi perpipaan); Pengadaan alat dan mesin pertanian (pra panen, panen, dan pasca panen); Sarana, prasarana produksi (saprodi budidaya bawang merah); dan, Sarana dan prasarana pasca panen (pembangunan gudang dan alat transportasi).

”Penerima manfaat dari program ini meliputi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan jumlah kelembagaan petani yakni 5 Gapoktan, 22 Poktan, dan 3 KWT. Tidak hanya itu, penerima manfaat dari Program UPLAND ini juga terdiri dari beberapa aspek, meliputi: Rumah Tangga: 1.254; Anggota Kelompok: 1.122; Penerima manfaat tidak langsung: 2.845 (wanita tani, pemuda tani, dan masyarakat lain di luar kelompok tani),” tegas Wabup Malang dalam sambutannya.

Beliau menambahkan keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi lintas sektor, baik dari DPR RI, Kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maupun seluruh stakeholder pembangunan pertanian. Oleh karena itu, kunjungan kerja spesifik dari Komisi IV DPR RI hari ini diakuinya sangatlah penting bagi Kabupaten Malang untuk menerima masukan, arahan, sekaligus menyampaikan berbagai capaian dan tantangan yang kami hadapi di lapangan, agar pelaksanaan UPLAND Project ke depan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *