Kab. Kediri (cokronews.com) — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kediri (15/07).
Dalam rangka Sarasehan Nasional Petani Tebu bersana Menteri Pertanian RI, Emil Dardak berkesempatan memberikan sambutannya. “Untuk mendukung peningkatan produktivitas dan produksi tebu di Jawa Timur yang bertumpu pada kesejahteraan petani tebu, Bapak Menteri Pertanian ini sudah tiga kali dalam waktu kurang lebih sebulan berkunjung ke Jawa Timur,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur ini menjelaskan asal mula terbentuknya ‘Bangkit Eksponensial’. Slogan tersebut terbentuk saat Menteri Pertanian melakukan pengecekan pada sebuah perkebunan di Lumajang, Jawa Timur. Dengan membawa aspirasi segenap petani, Menteri Pertanian melobby Presiden Republik Indonesia di Rusia untuk memperjuangkan petani tebu.
“Program peningkatan produksi gula di Jawa Timur ini sudah dicatatkan sejak 2014 melalui Peraturan Gubernur Nomor 87, dan Ibu Gurbernur prinsipnya apa yang menjadi produk hukum yang baik dari pendahulu kita teruskan dan kita laksanakan. Dan ini sejalan dengan Perpres Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional Dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati,” jelas Emil.
Jawa Timur adalah penyumbang lebih dari separuh produksi gula di seluruh Indonesia. Di musim kemarau 2024 lalu, peningkatan produksi bisa luar biasa sehingga mencapai 52%, ada 16,8 juta ton yang dihasilkan dari luas areal tanah 245.000 hektar, kalau dikonversi menjadi gula 1,27 juta. Namun kita terus optimis karena berdasarkan transaksi awal giling 2025, Jawa Timur memprediksi produksi gula bisa mencapai 1,4 juta ton.
“Kami akan berjuang semaksimal mungkin untuk menyambut inovasi dan gebrakan yang telah dibawa oleh Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian,” tutupnya. (Tania)